[recent]

24/02/19

Gelisah

Gelisah

It's been a while, udah lama gak nulis di blog ini. Gila. Hampir satu tahun gue gak nulis. Anyway semoga para pembaca blog ini sehat-sehat selalu, ya! Aaminn. Tumben kok balik lagi? Iya, akhirnya gue bisa balik lagi untuk mencurahkan kerisauwan hidup gue. It's good to back again, dude. 

BTW, bagi kalian yang mengharapkan gue akan menulis tentang hobi gue game, buku dan lain-lain, maaf. Gue kayaknya gak akan lanjut menulis hal-hal tersebut disini. Gue pengen blog ini sebagai medium privasi gue untuk perjalanan hidup gue. Mengenai hal tadi, gue lagi nyari tempat untuk meletakan hobi-hobi gue tersebut. InsyaAllah gue mau make twitch.tv.

***

Balik gue topik, sesuai judul gue gelisah. Entah mengapa, kegelisahan ini hadir kembali. Gue gak ngerti. Aneh rasanya. Sekiranya udah tiga kali gue merasakan kegelisahan ini. Mungkin, sebelumnya gue mau memperkenalkan diri gue dulu. Kenalin, nama gue Nur Muhammad Luthfi. Biasa dipanggil Luthfi dan Nur (panggilan oleh cewe). Status gue sekarang mahasiswa dan jomblo. Sekarang gue kuliah di perguruan tinggi swasta daerah kota kembang, Bandung. Sekarang gue semester 4 menuju semester 6. Satu tahun lagi gue wisuda. Gak, bukan karena ngambil kelas atas. Gue kuliah D3. Jadi, wajar aja kalau gue kuliah tiga tahun pas. 

19 Tahun gue hidup, udah banyak rasa pahit dan manisnya kehidupan. Entah mengapa, gue merasa kegelisahan ini datang setiap tiga tahun sekali. Pertama, SMP. Kedua, SMA. Ketiga, Kuliah. Asli, gue masih gak tahu kegelisahan ini datang dari mana. Sejauh ini, kehidupan gue baik-baik aja, keluarga gue sehat, finansial keluarga baik, gue ada sahabat dan teman-teman dan perkuliahan gue lancar. Intinya hidup gue fine-fine aja. Seperti yang gue bilang sebelumnya, aneh rasanya. 

Hati gue hambar, tiap harinya hidup gue di atas kegelisahan ini. Gue lebih pendiem dari biasanya. Gue males maen game, males belajar, males semuanya. Kalau gue maen sama temen, masih aja berasa kesepian. Apakah gue butuh player dua? Mungkin tapi ntahlah. Entah mengapa, hati gue sangat tertutup. Apakah karena masa lalu? Mungkin. Tapi rasanya gue gak merasa takut mendekati seseorang. Gue merasa gak nyakin dengan diri gue sendiri. 

Ahh...

Ayolah. Gue selalu yakin, hidup bukan selalu tentang jodoh. Tapi mengapa, akhir-akhir ini gue merasa khawatir. Gak tau khawatir tentang apa atau bagaimana. Yang jelas diri gue khawatir. Semoga. Semoga ke khawatiran gue terjawab di 2019.

25/07/18

Jogjakarta dan Kearifannya


Yoo everyone.. bagaimana kabar kalian semua? Semoga baik-baik aja ya! Minggu kemarin kan gak ada update blog, ya, nah itu gue lagi liburan ke Jogjakarta. Menikmati liburan sebelum rutinitas datang. Ketika liburan, gue ngambil cukup banyak foto di sana. Sekarang gue mau share beberapa foto aja ya! 

Mohon maaf, gak banyak foto yang gue bisa share dikarenakan kualitas hp gue yang belum mampu dapet jepretan yang bagus

Kendaraan RGB di Alun-Alun Jogjakarta
Peninggalan Erupsi Merapi 2006 di dalam salah satu rumah warga
Candi Prambanan

Taman Sari - rumah kerajaan kesultanan Jogjakarta

Arah Langkah - Fiersa Besari

Yoo everyoneee.. bagaiman kabar kalian semua? Semoga baik-baik aja ya! Pada kesempatan kali ini gue mau ngomongin buku lagi. Yes, ngomongin buku lagi. HAHAHAHA. Keliahatan gak ada habisnya ya? Well, gue lagi demen-demennya baca buku dan juga seharusnya manusia harus terus produkti, sih.

Seperti yang sudah kalian lihat di kolom judul, gue mau ngomongi buku Arah Langkah karya Fiersa Besari. Gue tau beliau ketika banyak orang yang mengutip kata-katanya di Instagram Stories. Ingat, igstories bukan snapgram.  Gue pensarankan, gue menjelajah dunia internet dan menemukan beberapa buku karyawan Fiersa. Salah satu buku yang menarik perhatian gue adalah Arah Langkah.

Ketika pertama kali ngeliat buku ini, terlebih ketika ngelihat tulisan sub-heading, mata gue lansung terpicut dengan buku ini. "Sejauh apa pun jalan yang ditempuh, tujuan akhir selalu rumah". Entah mengapa, gue sangat relate dengan kata tersebut. Mungking karena gue lagi ngerantau kali, ya.

Tampak depan buku
Jumlah Halaman: 304
Tanggal Terbit: May 1, 2018
ISBN: 9789797945619
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Mediakita
Berat: 0.25 kg
Lebar: 14 cm
Panjang: 19 cm

Tampak belakang buku
Sinopsis

"Bulan April, tahun 2013, berawal dengan niat dan tujuan yang berbeda--salah satunya karena hati yang terluka, tiga pengelana memulai sebuah perjalanan menyusuri daerah-daerah di Indonesia. Lewat cara yang seru tapi menantang, mereka tidak hanya menyaksikan langsung keindahan negeri ini, mereka juga harus menghadapi pertarungan dengan kegelisahan yang dibawa masing-masing.

Arah Langkah bukan sekadar catatan perjalanan yang melukiskan keindahan alam, budaya, dan manusia lewat teks dan foto. Tetapi juga memberikan cerita lain tentang kondisi negeri yang tidak selalu sebagus seperti di layar televisi. Meskipun begitu, semua daerah memang memiliki cerita yang berbeda-beda, namun di dalam perbedaan itu, cinta dan persahabatan selalu bisa ditemukan."

Buku, ini menceritakan tentang perjalanan tiga sekawan menjelajahi nusantara. Fiersa, Prem dan Baduy mereka menjelajahi nusantara dengan tujuan masing-masing. Jika kamu berharap dengan perjalanan mewah, maka buku ini tidak tepat untuk lo baca. Mereka adalah backpacker. Pergi jauh dengan uang seadanya.

Walaupun terdapat tiga tokoh penting, cerita dalam buku ini berpusat pada Fiersa. Alur yang digunakan adalah maju-mundur yang dimana setiap cerita perjalanannya akan diselingin masa lalu Fiersa yang kelam yang memotivasi ia untuk melakukan perjalanan senusantara. 

Terdapat banyak foto-foto yang di abadikan oleh Fiersa di buku ini. Sehingga para pembaca dapat mengetahui keindahan nusantara dari kacamata beliau. 

Akan tetapi, cerita di buku ini rasanya kentang. Loh, kok kentang? Iya, soalnya cerita di buku ini nanggung. Di akhir cerita gue berharap dapat melihat Raja Ampat, selah satu destinasi akhir perjalannya. Sayang seribu sayang. cerita bersambung di pulau Sulawesi.

Salah satu foto yang ada di buku ini
Kalau teman-teman tertarik dengan cerita Fiersa dkk menjelajahi nusantara dan kearifan budaya lokal Indonesia, atau mungkin kalau lo penasaran asalan Fiersa menjelajahi nusantara, lo dapat mendapatkan buku ini di Gramedia seharga Rp88.000. 

Kelebihan: 

1. Terdapat foto-foto yang menggambarkan keindahan Indonesia
2. Cerita yang dibawakan sangat menarik dengan menggunakan PUEBI

Kekurangan:

1. Ceritanya kentang, nanggung.

18/07/18

Rentang Kisah - Gita Savitri Devi

Yoo... everyone apa kabarnya? Semoga baik-baik aja ya! Oke, di postingan kali ini gue (lagi-lagi) nge bahas suatu buku yang menurut gue sangat pantas untuk di baca. Judul buku yang gue mau baca adalah Rentang Kisah karya Gita Savitri Devi.

Siapa sih yang gak tau artis internet satu ini? Artis yang mempunyai pengikut Instagram di dan di YouTube lebih dari 400 ribu. Gue tau beliau dari sebuah video yang ia posting yang judulnya udah gak gue inget dengan jelas, tetapi yang gue tahu itu video dengan sekmen "beropini".

Sejak saat itu, gue jadi suka nonton video beliau yang lain. Hal tersebut membuat tingkat penasaran tentang kehidupannya jadi semakin lebih tinggi lagi. Dan ternyata pada tahun 2017, Gita menulis sebuah buku mengenai kehidupannya tentang hal apapun terlebih lagi tentang Jerman.

Sedikit saja pengenalan dan bagaimana gue bisa tahu tentang beliau. Sekaran lansung ke inti dari postingan ini.

Tampak depan buku
Jumlah Halaman: 208
Tanggal Terbit: Mar 18, 2017
ISBN: 9789797809034
Penerbit: Gagas Media
Berat: 0.15 kg
Lebar: 13 cm
Panjang: 19 m

Tampak belakang buku
Sinopsis

"Apa tujuan hidupmu?
Kalau itu ditanyakan kepadaku saat remaja, aku pasti nggak bisa
menjawabnya. Jangankan tujuan hidup, cara belajar yang benar saja aku nggak tahu. Setiap hari aku ke sekolah lebih suka bertemu teman-teman dan bermain kartu. Aku nggak tahu apa yang menjadi passion-ku. Aku sekadar menjalani apa yang ibu pilihkan untukku—termasuk melanjutkan kuliah di Jerman.

Tentu bukan keputusan mudah untuk hidup mandiri di negara baru. Selama 7 tahun tinggal di Jerman, banyak kendala aku alami; bahasa Jerman yang belum fasih membuat proses perkuliahan menjadi berat, hingga uang yang pas-pasan membuatku harus mengatur waktu antara kuliah dan kerja sambilan.

Semua proses yang sulit itu telah mengubahku; jadi mengenal diri sendiri, mengenal agamaku, dan memahami untuk apa aku ada di dunia. Buatku, kini hidup tak lagi sama, bukan hanya tentang aku, aku, dan aku. Tapi juga, tentang orangtua, orang lain, dan yang paling penting mensyukuri semua hal yang sudah Tuhan berikan.

The purpose to live a happy life is to always be grateful and don’t forget the magic word: ikhlas, ikhlas, ikhlas."

Seperti teman-teman yang dapat lihat sebelumnya, bisa dikatakan gue telat untuk baca buku ini karena udah rilis dari tahun lalu. Ya. Gue telat untuk baca buku ini karena waktu itu gue belum terlalu suka baca buku. Dan akhirnya sekitar bulan Mei sebelum puasa, gue dapet juga buku ini dengan cetakan ke-8.

Buku ini menceritakan kisah hidup Gita dari remaja sampai yang bisa kita lihat sekarang. Tidak hanya kisah karir hidup, tetapi di sini beliau juga menceritakan tentang urusan asmaranya dan pahit-manis hidup di negara minoritas muslim, Jerman. 

Buku ini dapat dikatakan novel yang dapat diselesaikan dengan cepat. Dengan waktu sekitar 4 jam, buku ini dapat gue selesaikan. Walupun terasa begitu cepat, di beberapa halaman sebelum bab berikutnya terdapat foto-foto yang di capture oleh Gita yang mendeskripsikan kehidupan di sana. Oh ya, ada kekurangan buku ini yang membuat buku ini cepet untuk diselesaikan. Terdapatnya tulisan blog Gita di buku ini.  

Salah satu foto yang dapat mendeskripsikan kehidupan di Jerman
Menurut gue, cukup disayangkan kalau hanya menambahkan tulisan-tulisan blog untuk memperbanyak halaman buku ini. Walaupun begitu cukup worth it jika teman-teman tertarik dengan buku ini.

Teman-teman berminat, lu bisa dapetin buku ini di Gramedia seharga Rp65.000 per Mei 2018 di Gramedia atau di toko buku kesayangan kalian.

Kelebihan:

1. Terdapat foto-foto yang dapat mendeskripsikan kehidupan di Jerman.
2. Illustrasi desain grafis yang membuat buku ini millenials banget.

Kekurangan:

1. Terdapat tulisan blog Gita di buku ini.

03/07/18

Review Buku Elon Musk (Bahasa Indonesia) - Ashlee Vance

Yoo everyone.... kembali lagi dengan gue disini. Oh ya, bagaimana kabar kalian semua? Gue harap baik-baik aja ya! BTW, hari ini pengunguman SBMPTN, ya? Yang mau buka pengungumannya jangan lansung baper lihat hasilnnya, ya. Sesungguhnya universitas hanya sebuah fasilitator semata. Eksekutor penentu suksesnya enggak hidup lo, ya lo sendiri. Semangat!

Dikesempatan kali ini gue mau sedikit memberi pengalaman tentang sebuah buku karya Ashlee Vance seorang jurnalis di US sana yang membahas tentang life record Elon Musk. Bagi lo yang seorang geek atau sience antusias pasti sudah mengenal tentang beliau. Nah, bagi yang gak tau, Elon Musk adalah CEO perusahaan besar seperti SpaceX, Tesla, SolarCity,. Beliau juga founder dari OpenAI, PayPal, The Boring Company. 

Terdengar gila, ya? Yes, Itulah yang dipikiran gue dan mungkin orang kebanyakan. Seorang fisikawan dan ekonom yang memimpin banyak perusahaan. Tapi, disini gue gak mau bahas tentang beliaunya, tapi buku yang memuat tentang beliau.

 Bagian depan Buku

JUDUL : Elon Musk Pria di Balik PayPal, Tesla, SpaceX, dan Masa Depan yang Fantastis
COVER : Softcover
PENYUSUN : Aslee Vance
PENERBIT : Kaifa
HALAMAN : 444
UKURAN : 23 x15 Cm
TAHUN : 2017

ISBN : 978-602-0851-78-5
Bagian Belakang Buku
Sinopsis

"Pada saat banyak perusahaan Amerika lebih tertarik mengejar keuntungan bisnisnya dengan cara yang mudah, daripada harus mengambil risiko besar dengan mengusahakan sebuah teknologi radikal, Musk berdiri dengan tegap dan menjadi satu-satunya pebisnis yang mengambil alih-bahkan merevolusi-tiga bidang industri sekaligus: teknologi, transportasi, dan ruang angkasa. PayPal, Zip2, Tesla Inc., SpaceX, dan SolarCity adalah perusahaan yang berhasil dia rintis dari nol.

Selanjutnya, Musk berambisi untuk mengirimkan koloni manusia pertama untuk menghuni Mars pada 2025. Ini bukan ide gila, Musk akan benar-benar merencanakan dan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mewujudkan semua impiannya menjadi nyata.
“Setelah membaca karya ini hingga halaman terakhir, setiap pembaca pasti akan membandingkan Musk dengan Steve Jobs. Berikan kredit untuk Musk. Tidak ada yang seperti dia.”

Sebagai pembukaan, buku yang gue baca ini, bisa temen-temen lihat di atas adalah buku terjemahan dari buku judul Elon Musk: Tesla, SpaceX, and the Quest for a Fantastic Future yang diterbitkan pada tahun 2015. Jadi, kalau misalnya kalian lihat ada perbedaan gambar cover dan berbeda dari yang temen-temen lihat di atas berarti itu buku versi bahasa inggris.

Buku ini sangat lengkap mengisahkan kehidupan Elon Musk. Pada bab pertama buku ini, lo bakal disuguhi dengan cerita Musk dengan orang tuanya yang suka berkeliling dunia. Terlihat keren. Tetapi, ternyata Musk lahir bukan dari keluarga yang kaya raya. Pada masa kecilnya pun saat ia menempum pendidikan masa kecilnya, Musk adalah korban bullying di Afrika Selatan sana. 

Musk semaca kecil ternyata adalah seorang yang introvert ia tidak pandai bergaul. Meskipun begitu, pada umur 12 tahun, Musk membuat sebuah video games yang sangat sukses dan dimuat oleh banyak media di Afrika. Sesuatu yang sangat ingin gue lakukan saat ini.

Kemudian di bab ke-2, lu akan membaca bagaimana cerita Musk melanjutkan perjalanan menuntut ilmu di University of Pennsylvania dikarenakan ia tahu betapa tidak akan berkembangnya dirini kalau menetap di Afrika. Hal ini sangat menginspirasi gue dan ternyata benar. Walaupun beda kasus, di Jakarta gue merasa sangat aman di zona ini. Gue setuju. Merantau adalah pilihan yang tidak akan membuat lo menyesal.

Pada bab-bab selanjutnya buku ini lebih berfokus untuk menceritakan pertualangan jatuh-bangun Musk mendirikan dan menjalani start-up yang menurut gue sangat revolusioner. Tak hanya itu, di sini juga diceritakan kehidupan asmara Musk. Menurut gue pribadi, Musk adalah contoh orang yang berani mengambil kesempatan dalam kesempitan. Berani rugi dan sangat berorientasi ke masa depan. 

Manusia tidak ada yang sempurna dan begitulah buku ini. Buku ini tidak memiliki pembatas buku. Gue juga kaget pas baca buku ini. Biasanya, pemabatas buku ada di halam setelah cover kan? Di sini gak ada. Gue udah buka halaman tiap halaman dan ternyata tidak ada. Sungguh disayangkan.

Buku ini memiliki 444 halaman yang dimana itu menurut gue udah sangat tebal. Yes, buku ini tebel banget, hahahaha. Oh ya, buku ini gak hanya tulisan doang kok. Ada gambar-gambar tentang Musk beserta keluarga dan kondisi pabrik mobil listrik buatannya, Tesla.

Salah satu gambar yang tersedia.  Penampakan mobil listrik di Tesla. Tesla Roadster.
Jika lu berminat, lu bisa dapetin buku ini di Gramedia seharga Rp105.000 atau di toko daring kesayangan kalian.

Kelebihan:

1. Cerita yang disuguhkan sangat detail. 
2. Buku ini bisa bikin lu semangat karena cerita yang d2. isuguhkan bener-bener keren abis lah.

Kekurangan:

1.Tidak ada pembatas buku. Sebenernya kekurangan ini sangat bisa diatasi dengan DIY pembatas buku. Selebihnya kalau ada pembatas buku, gak ada kekurangan sama sekali.

23/06/18

Unboxing MSI GS63 (Bahasa Indonesia)


Yo... everyone dengan gue kembali pada kesempatan kali ini gue mau unboxing laptop baru gue *insert happy song* yeay. Akhirnya, gue akhirnya beli laptop lagi setelah sekian lamanya menabung. Alhamdulillah, Allah ngasih gue rezeki yang gak terduga lewat blog ini dan dibantu juga sama duit orang tua gue. So, thanks to God, orang tua gue, temen-temen gue dan pembaca blog gue ini yang selalu setia baca. Well, blog ini gak bakal bertahan lebih dari 2 tahun kalau gak ada kalian guys. Thanks a lot guys ðŸ˜‡.

Mungkin yang baru baca artikel ini mungkin binggung maksudnya apa gue beli laptop ini, baru upgrade apa gimana?!. Jadi, kemarin laptop gue kecurian di kantin kampus gue. Merek laptopnya sama-sama MSI tapi dengan seri yang berbeda. Laptop gue yang dulu itu serinya GP62. Kalau mau spesifik serinya GP62 7RD. 

Lansung aja kuy, unboxing

It's here... guys

Kotak box laptopnya memiliki desain yang sangat simpel dan elegan. Gak banyak tulisan-tulisan yang bikin box ini keliatan lebih ngejreng dan embel-embel gaming pada hakikatnya laptop gaming. Simple as it, box berwarna dof hitam dan hanya ada logo naga yang sebagai ciri khasnya MSI yang diikuti dengan tulisan brand-nya di bawah logo si naga dengan warna merah. Oleh karena itu, gue foto bagian atasnya aja karena dibagian lainnya gak ada tulisannya apapun yang bisa gue tunjukin ke temen-temen semua.

Inside the box: laptop dan charger
Inside the box: kitab-kitab laptop

Ketika boxnya dibuka untuk pertama kalinya, terdapat laptop itu dan dibagian kiri tersebut adalah kotak bungkus charger dari si laptopnya. Kemudian. di bawah laptop tersebut terdapat kitab-kitab suci a.k.a buku-buku mengenai laptop ini. Ada buku manual guide, buku garansi, buku laptopnya sama, buku tutorial tentang function key. 

Laptopnya. BTW itu pouch-nya gak kotor cuman efek cahaya aja hahahah
Laptopnya bisa 180* 
Keyboard laptopnya

Sekarang kita fokus ke laptopnya. Seperti laptop MSI pada umumnya, keyboard yang digunakan adalah keyboard yang dirancang oleh SteelSeries - perusahaan peripheral pc seperti headset, mouse dan lain-lain yang juga brand favorite gue untuk masalah ini hahaha. Dan juga headset ini memliki layout yang khusus seperti tombol windows yang berada di kanan tombol spasi yang biasanya kita lihat pada laptop pada umumnya berada di kiri keyboard. 
Keyboard ini memiliki RGB Backlit yang disayangkan belum per-key RGB. Pencahayaan pada laptop ini di bagi menjadi tiga tingkatan dan 3 zona RGB backlit yang bisa disinkronisasikan dengan perangkat SteelSeries dan MSI lainnya melalui software SteelSeries Engine.


Karena ini laptop berorientasi gaming, laptop ini memiliki speksifikasi berupa Intel Core i7 -7700 HQ, GTX 1050 2GB, RAM 8GB, 1TB HDD + 128GB SSD, 65 Wh battery, dua speaker dan sudah built-in windows 10 original. Untuk soal performance, user experience, upgradebility dan ketahanan baterai bakalan gue bahas di postingan selanjutnya which is postingan review menganai laptop ini. Ditunggu aja ya guys.


Untuk desain. Laptop ini tetap memiliki desain elegan dan ramping yang identik dengan laptop MSI seri GS-lainnya dengan warna hitam doff berbahan plastik dan memiliki logo dibelakang yang bisa menyala. Selain itu laptop ini memiliki aksen merah di bagian trackpad-nya dan aksen bewarna merah di belakang bawah laptop.



Bagian depan laptop
Bagian kanan laptop
Bagian kiri laptop
Bagian depan laptop
Bagian bawah laptop
Beralih ke I/O Port, laptop ini memiliki port yang sangat lengkap. Di bagian kanan laptop terdapat; (dari kiri) Power Button, USB 2.0, USB 3.0 Type C, HDMI, mini display port, power port dan exhaust port.  Cukup aneh ketika tombol power ada di bagian ini. Di bagian kiri laptop terdapat; (dari kiri) exhaust port, kensington lock, RJ 45, SD Card Slot. tiga buah USB 3.0 dengan salah satunya dan combo audio jack dengan gold plated khas MSI.

Laptop ini memiliki empat exhaust atau tempat untuk ngeluarin suhu panas. Tempat exhaust tersebut berada dua di belakang laptop, satu di kiri dan satu lagi di kanan laptop. Exhaust di bagian kanan agak ngeselin juga sih kalau misalnya laptop ini gue pake buat rendering, bakalan kerasa banget hawa panas yang keluar. Gue ngakali masalah ini pake cooling pad biar gak kena tangan kanan gue. 

Di bagian bawah laptop terdapat empat lobang intake dan 2 buah speaker di kiri kanan laptop. Sedangkan di bagian atas keyboard itu adalah lubang intake juga. Sehingga airflow dan suhu laptop ini menurut gue dapat terjaga.

Beralih ke indikator, laptop ini memiliki indikator berjumlah tujuh led indicator yang jika aktif akan bewarna merah. Indikator tersebut adalah (dari kiri) indikator sleep mode, HDD, Num lock, caps lock, bluetooth, wifi dan status nge-charge baterai.


Charger laptop
Charger dari laptop ini cukup kecil dan ramping. Mudah di bawa kemana-mana  dan gak berat. BTW, charger ini diibekali dengan arus sebesar 150W.

Mungkin diantara kalian ada yang binggung kenapa gue milih brand ini lagi. Jawabanny adalah di pasar saat ini gue belum dapet laptop dengan speksifikasi yang cukup tinggi dengan berat dibawah 2kg - berat laptop ini 1.8kg dengan harga dibawah 15 juta. 

Speksifikasi lengkap:
Display : 15.6" FHD, Anti-Glare (1920*1080) eDP IPS-Level
Processor : Kabylake i7-7700HQ
Memory : 8GB DDR4
Hard Drive : 128GB PCie SSD + 1TB (SATA) 7200rpm
Graphics : nVidia Geforce GTX 1050, 2GB GDDR5
Optical Drive : N/A
Operating System : Windows 10 Home
Networking
Killer Gb LAN
Killer ac Wi-Fi + Bluetooth v4.1
Slots/Interface :
1x Type-C (USB3.1 Gen2 / DP / Thunderbolt™3)
3x Type-A USB3.0
1x Type-A USB2.0
1x RJ45
1x SD (XC/HC)
1x (4K @ 60Hz) HDMI
1x Mini-DisplayPort
1x Mic-in
1x Headphone-out (HiFi / SPDIF)
Audio : 2x 2W Speaker
AC Adapter : 180W
Keyboard : Backlight Keyboard (Full-Color)
Battery : 3-Cell , 65 Whr
Webcam : HD type (30fps@720p)
System Dimensions : 380 x 249 x 17.7 mm
Weight : 1.8 kg
Warranty : 2 Year MSI Warranty
Bonus : Air Backpack 

06/06/18

Tips Manajemen Waktu Supaya Perkuliahan Lancar


Yo everyone.. Gimana kabar kalian semua? Semoga baik-baik aja ya. Pada postingan kali ini gue mau berbagi tips bagaimana melakukan manajemen waktu supaya perkuliahan lancar.  Dan mungkin tips ini tidak hanya berguna bagi aktivitas perkuliahan saja. Bisa jadi membantu anda dalam manajemen waktu sehari-hari. Walaupun begitu tips disini bakal gue tekankan dalam lingkup perkuliahan.


sumber: google inages

Mungkin salah satu dari kalian ingin sekali memiliki IPK yang tinggi, bisa dikatakan lebih dari 3.50 atau memiliki prestasi gemilang di dunia perkuliahan. Hal tersebut juga berlaku bagi gue, tips ini udah gue lakukan dan alhamdulillah, it's works. Perkuliahan gue lancar dengan IPK di atas 3.5. Apa aja sih tipsnya? Berikut 2 tips dari gue.

1. Buatlah Sebuah Timeline

Selama kuliah pasti kita disibukkan dengan berbagai macam kegiatan, entah itu dari tugas yang diberikan oleh dosen, kegiatan himpunan dan acara unit kegiatan mahasiswa. Sudah dipastikan jika kalian sangat aktif pasti jadwal kalian sangat sibuk. Dengan temen-temen semua membuat timeline kalian minimal selama seminggu kedepan, kalian akan terbantu sehingga temen-temen semua dapat menyiapkan banyak hal dari jauh-jauh hari dan temen-temen tidak akan keteteran atau banyak kegiatan yang bentrok. 


Temen-temen dapat membuat sebuah timeline menggunakan aplikasi software seperti notes yang ada di gadget kalian atau menggunakan cara konvensional menggunakan kertas. Gue sih biasanya pake note kertas yang biasa di tempel di dinding-dinding.

2. Tentukan Prioritas


Pernah ga sih temen-temen harus memilih dua kegiatan di waktu bersamaan? Ngeselin kan ya? ya begitulah yang gue rasaka, Tips kedua ini masih berkaitan dengan tips pertama. Saat membuat timeline kegiatan, temen-temen harus memperhatikan skala prioritas kegiatan temen-temen semua. Ada empat kategori prioritas dari tingkat paling atas sampai tingkat paling bawah.

  • Penting dan Mendesak
Skala prioritas pertama ini adalah tingkat paling atas. Pada skala ini temen-temen tidak boleh menunda kegiatan tersebut. Biasanya kegiatan pada skala ini adalah kegiatan yang perlu tindakan dan perhatian segera, Contohnya adalah kabar buruk keluarga, tugas dengan deadline yang sangat mepet, kuliah dll.

  • Mendesak Tidak Penting
Prioritas kedua ini adalah kegiatan yang tidak terlalu penting tapi mendesak. Biasanya kegiatan ini tidak sensitif terhadap waktu. Misalnya silaturahmi, kegiatan dengan deadline yang bersifat wacana dan me-review-ulang pelajaran yang sudah temen-temen pelajari. 

  • Penting Tidak Mendesak
Skala prioritas kali ini bersifat jangka panjang. Misalnya temen-temen adalah mahasiswa tingkat akhir yang, nah,  mengerjakan skripsi adalah kegiatan yang termasuk skala prioritas ini. Selain itu, kegiatan seperti menjawab panggilan atau chatting temen juga termasuk kegiatan ini.

  • Tidak Penting Tidak Mendesak
Kegiatan terakhir adalah kegiatan yang mungkin sering kita lakukan dan melupakan tiga prioritas sebelumnya. Contohnya adalah menonton tayangan yang tidak perlu, nongkrong tanpa tujuan yang  benar dan kegiatan-kegiatan yang sifatnya hanya merugikan-merugikan orang lain.

Sekian tips manajemen waktu supaya perkuliahan lancar. Walaupun begitu, tips ini tidak berguna bagi temen-temen semua jika temen-temen tidak melakukan hal tersebut dengan konsisten. Selamat mencoba bagi temen-temen yang ingin melakukan implementasi tips dari gue. Semoga sukses

16/05/18

Mendaki Gunung Putri Lembang

Yo.. everyone bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik aja yak. Seperti yang sudah kalian baca pada kolom judul artikel, kali ini gue mau berbagi pengalaman gue mendaki Gunung Putri Lembang yang berlokasi di Lembang, Bandung.

Pertama-tama, gue mau ngucapin hamdalah terlebih dahulu, alhamdulillah karena semester dua sudah berakhir dan waktunya liburan wkwkwkwk. Tinggal menunggu indeks prestasi keluar aja di iGracias - sistem informasi akademik kampus gue. FWI, liburan kampus gue itu mirip kayak sekolah S3 - SD, SMP dan SMA. Gak kayak temen-temen gue lainnya, gue udah selesai UAS mereka masih UTS wkwkkwkw. 

Balik ke cerita utama, hari Jumat tanggal 4 saat sebelum presentasi akhir proyek tingkat-1, gue di ajakin oleh Wisnu - temen kelas gue mendaki Gunung Putri Lembang selama dua hari, sabtu sampai minggu. Kebetulan matkul PBW adalah matkul terakhir presentasi, jadi setelah itu udah gabut gak ada kuliah lagi *ekspersi senang*, jadi gue putuskan untuk ikut.

Keesokan harinya, hari Sabtu, sekitar jam 3-an kami berangkat ke TKP dari Telkom. Perjalanan memakan waktu sekiranya dua jam karena kami sempat menongkrong di Indomaret sekitaran Lembang sekalian membeli bahan pangan kayak Indomie goreng untuk disantap di puncak gunung.

Setelah sampai di TKP, kami berempat membeli tiket sebesar Rp17.500 untuk penginapan dan Rp7.500 untuk paket yang tidak menginap. BTW, gue lupa ngasih tau, kita ke sana berempat, Fathih, gue, Wisnu dan Anang. 

Trek dari Gunung Putri Lembang tidak terlalu menantang hormon adrenalin karena emang gunung ini gak terlalu tinggi. Setelah mendaki sebentar, temen gue, Anang ternyata udah ngos-ngosan untuk melanjutkan pendakian ke atas lagi, Alhasil kami mendirikan tenda di pos pertama. Kami mendirikan tenda sekitar jam 4, kala itu pemandangan dari Gunung Putri tidak cukup bagus, masih terlihat rumah-rumah warga yang merapat. Kami menghabiskan waktu kami menuju sunset dengan bercerita suka-duka Proyek Tingkat-1 dan menyantap indomie seleraku yang sudah kami beli sebelumnya.

Sunset telah tiba, pemandangan indahpun menyambut kita. Walaupun tidak banyak bintang di langit-langit malam, bulan yang indah menerangi dengan hangat. Kita berempat men-take banyak foto kala sunset waktu itu. Berikut sedikit foto yang di ambil, BTW, di foto di bawah ini gue gak bisa main gitar.





Kemudian, setelah foto-foto kami lanjut bercerita kembali mengenai suka-duka Proyek Tingkat-1, Emang bener dah yang namanya proyek tingkat beban hidup anak-anak IF wkwkw. Sambil menunggu sunrise juga kami iseng-iseng bermain gim Truth or Dare.

Sunrise tiba, akan tetapi, perut gue udah gak tahan nahan boker lagi. Jadi, pagi-paginya gue harus boker di WC. Gue nanjak aja ke atas,  alhamdullillah, nemu WC, tapi gak ada airnya - sialan. Gue udah naik ke atas dapet WC gak ada air, alhasil gue turun lagi ke bawah make WC berbayar di deket loket pembelian. Sambil nahan boker yang hampir-hampir mau keluar, akhirnya sampe juga di WC umum tersebut. Setelah lega, gue ke atas lagi untuk menikmati sunrise, akan tetapi gue gak tau anak-anak lagi take foto dimana, jadi gue diem aja jaga barang-barang di tenda.Gue cuman sempet ambil foto rame-rame aja

Mungkin sekian pengalaman gue mendaki Gunung Putri Lembang. Sunrise, sunset dan pengalaman nahan boker yang gak akan gue lupakan. FYI, ini pengalaman gue dalam sekitar satu sampai dua tahun terkahir gak mendaki gunung lagi. 

Semua foto di take oleh Wisnu
Instagram: @_pemimpi_