13/03/18

Review Nanggung Buku Ubur-Ubur Lembur (Bahasa Indonesia)

Halo halo semuanya,  udah beberapa minggu setelah postingan blog gw yang manusia dan impiannya, gue gak nge-blog lagi. Dalam minggu-minggu itu, gue lagi suka baca novel gitu baik itu novel lokal maupun luar negeri.  Sekarang gue mau membuat ulasan tentang novel yang kemarin udah gue baca. Novelnya apa?  Kayaknya udah pada tau nih dari title blog ini wkwkw. Yaudah kalau gitu tanpa basa basi lagi kuy, mari kita ulas.



Ubur-ubur lembur adalah novel ke-2 buatan Raditya Dika yang sudah selesai gue baca. Novel ini bercerita mengenai pengalaman kehidupan Raditya Dika tentang belajar hidup dari apa yang dia cintai, sambil menemukan hal remeh untuk ditertawakan di sepanjang perjalanan.  Buku ini diterbitkan oleh GagasMedia pada tahun 2018.

Ubur-ubur Lembur
Penulis: Raditya Dika
Ukuran: 13 x 20 cm
Tebal: 240 hlm
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 978-979-780-915-7
Harga: Rp66.000,-
Sinopsis:
Hal kedua yang gue nggak sempat kasih tahu Iman: jadi orang yang dikenal publik harus tahan dengan asumsi-asumsi orang. Misalnya, orang-orang penuh dengan asumsi yang salah. Gue kurusan dikit, dikomentarin orang yang baru ketemu, ‘Bang Radit, kurusan, deh. Buat film baru, ya?’ Gue geleng, ‘Enggak.’ Gue bilang, ‘Emang lagi diet aja.’ Dia malah balas bilang, ‘Ah, bohong! Paling abis putus cinta, kan?’

Giliran gue potong rambut botak, ada orang yang ketemu gue di mall nanya, ‘Wah botak sekarang? Lagi shooting Tuyul dan Mbak Yul Reborn, ya, Bang?’ Kalau udah gitu gue cuma terkekeh sambil jawab, ‘Enggak, lagi cosplay jadi kacang Sukro, nih.’



Melihat sinopsis yang menarik tentang buku tersebut,  gue berniat untuk membelinya.  First impression gue terhadap buku ini adalah pandangan baru dari Dika mengenai kehidupannya. Buku ini memuat lelucon yang lebih segar bila dibandingkan dengan buku-buku sebelumnya.

Bab-bab pada buku Ubur-Ubur Lembur lebih menceritakan tentang cerita bagaimana Raditya Dika di balik film-filmnya yang sukses di layar bioskop. Selain itu,  pemilihan diksi,  pengolahan dan pengembangan kata pada buku Ubur-Ubur Lembur masih terbilangan dengan gaya khas Raditya Dika.


BTW, gue dapet buku yang cacat produk, jadi reviewnya agak nangung xD
Akan tetapi, beberapa lelucon dari buku terkadang masih monoton. Lelucon yang dimuat masih ada yang menggunakan formula yang sama, hal itu yang membuat gue bosen ketika membaca buku ini. Walapun begitu,  menurut gue buku ini layak dibaca terutama penggermar Raditya Dika yang memiliki nama asli Dika Angkasaputra Moerwani ini.

Kelebihan:

1. Buku ini mengisahkan pengalaman hidup Dika dengan perspective dan lelucon yang disajikan lebih segar.

Kekurangan:

1. Terkadang Lelucon uang disajikan pada buku ini menggunakan formula yang sama sehingga terkadang pembaca sedikit bosan ketika membaca buku ini.

Bagi teman-teman yang ingin memiliki buku ini, teman-teman dapat membeli melalui online store dan toko buku fisik favorit kalian dengan mengeluaran kocek sekitar Rp66.000.


EmoticonEmoticon